Selasa, 10 Juli 2012

Garry Kasparov



Garry Kasparov, (lahir 13 April 1963; umur 49 tahun) adalah grandmaster pecatur utama dunia dan mungkin manusia paling tangguh dalam bermain catur. Ia memiliki ELO rating tertinggi dengan nilai 2804 setelah sebelumnya sempat mencapai 2851 pada tahun 1991. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia catur pada 10 Maret 2005.

Awal kehidupan dan karier sebagai pecatur

Garry Kasparov lahir dengan nama Gari Weinstein di Baku, Azerbaijan dengan orang tua keturunan Armenia-Yahudi. Ia mulai serius mempelajari catur sejak usia dini. Saat usia 12 tahun, ayahnya meninggal, dan sejak saat itu ia mulai menggunakan nama keluarga ibunya. Ibunya, Klara adalah seorang wanita Armenia dengan nama keluarga Kasparian, yang dalam dialek Rusia disebut sebagai "Kasparov".
Garry Kasparov menjadi terkenal di dunia catur saat menyandang gelar grandmaster termuda di dunia pada jamannya. Debutnya dimulai pada tahun 1984 saat menantang juara dunia saat itu Anatoly Karpov dalam pertandingan catur paling kontroversial sepanjang sejarah. Saat mulai bertanding, Kasparov sempat tertinggal 5-0 dalam sebuah turnamen di mana pemenang yang terlebih dahulu mencapai angka 6 dinobatkan sebagai juara. Dalam pertandingan catur, satu kemenangan diberi nilai 1 sementara seri atau remis dan kalah tidak memperoleh nilai.

Pertandingan Catur Dunia tahun 1984 ini menjadi menarik, karena sekalipun sempat tertinggal, Kasparov berhasil mendekati Karpov setelah melewati tujuh belas kali remis. Beberapa pertandingan selanjutnya, Kasparov memenangi tiga pertandingan sehingga kedudukan menjadi 5-3 untuk keunggulan sementara di pihak Karpov. Pertandingan selanjutnya dihentikan oleh ketua FIDE saat itu, Florencio Campomanes dengan alasan stamina kedua pemain telah sangat menurun. Karpov sendiri sempat harus dirawat di rumah sakit. Pertandingan dilanjutkan beberapa bulan kemudian Juara Dunia.

Kejuaraan Dunia 1984: Anatoly Karpov (kanan) vs Kasparov.
Pada pertandingan putaran kedua antara Karpov-Kasparov pada tahun 1985, diberlakukan standar baru di mana pemain yang terlebih dahulu mencapai angka 12.5 atau lebih dalam 24 pertandingan akan dinyatakan sebagai pemenang. Bila pertandingan berakhir dengan draw 12-12 maka gelar juara dunia akan tetap dipegang oleh Karpov sebagai juara bertahan. Kasparov memenangkan pertandingan putaran kedua ini dengan mengalahkan Karpov, dan selanjutnya dinobatkan sebagai juara catur termuda di dunia pada usia 22 tahun. Rekor juara catur termuda sebelumnya dipegang oleh Mikhail Tal saat ia mengalahkan Bothvinnik pada tahun 1960.

Setelah berhasil mengantongi gelar Juara Dunia, Kasparov selanjutnya berselisih dengan FIDE. Ia mendirikan sebuah organisasi serikat pecatur dunia dengan nama Grand Master's Association (GMA), yang mewakili suara para pecatur dalam aktivitas di dalam FIDE.

Dipecat dari FIDE dan karier politik

Masalah Kasparov dengan FIDE berlangsung hingga tahun 1993, di mana penantang baru telah dipersiapkan oleh FIDE untuk menghadapi Kasparov Kejuaraan Dunia berikutnya. Kejadian menjadi sulit, karena baik Kasparov maupun Nigel Short sebagai juara dan penantang, sepakat untuk mengadakan pertandiangan mereka di luar FIDE, yaitu di bawah naungan organisasi catur baru yang didirikan Kasparov bernama Professional Chess Association (PCA). Sebagai akibatnya, baik Kasparov maupun Short dikeluarkan dari keanggotaan FIDE. Pertandingan antara Kasparov dan Nigel Short yang berlangsung di London, dimenangkan oleh Kasparov. Sebagai ganti Kasparov dan Short, FIDE menggelar pertandingan final "Kejuaraan Dunia" yang dilangsungkan antara Jan Timman dan juara dunia sebelumnya, Karpov. Pertandingan ini dimenangkan oleh Karpov. Sebagai hasilnya, pada saat itu terdapat dua juara dunia, yaitu Kasparov di bawah organisasi PCA, dan Karpov di bawah organisasi FIDE.

Pada tahun 1995, Kasparov mempertahankan gelar juara dunianya dengan mengalahkan juara catur asal India, Viswanathan Anand. Setelah pensiun pada tahun 2005, Kasparov terjun ke dunia politik dan mendirikan Front Sipil Bersatu, sebuah gerakan sosial yang bertujuan mencegah Rusia kembali ke totalitarianisme

Catur melawan komputer

Kasparov pernah beberapa kali bermain melawan komputer, pada 1996 dan 1997. Pada 1996, Kasparov berhasil mengalahkan komputer Deep Blue dengan hasil 4-2, namun pada pertandingan berikutnya pada 1997, Deep Blue yang sudah dimutakhirkan berhasil mengalahkan Kasparov dengan nilai 3,5-2,5.
Pada January 2003 Kasparov melakukan pertandingan dengan sistem 6 babak melawan komputer Deep Junior dengan hadiah $ 1 juta.
Pertandingan ini disebut sebagai pertandingan "Man vs Machine". Deep Junior mampu mengkalkulasi langkah hingga 3 juta posisi per detik. Setelah bermain dengan 3 kali seri dan 1 kali menang. Kasparov menawarkan permintaan draw kepada mesin DeepJunior yang langsung diterima oleh tim DeepJunior. Saat ditanya mengapa Kasparov menawarkan draw, Kasparov berkata bahwa dia melakukan kesalahan pada permainannya.
Pada November 2003, Kasparov juga bermain dengan program X3D Fritz menggunakan papan virtual, kacamata 3D dan sistem pengenalan suara. Kasparov memperoleh hadiah sebesar $ 175.000 setelah berhasil memenangkan pertandingan itu dengan hasil 2 kali menang, 1 kali kalah dan 2 kali seri.

Sumber: http://id.wikipedia.org


Cincau / Janggelan

Cincau hitam

 
Cincau (Hanzi: ไป™่‰, pinyin: xiancao) adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.
Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi: ไป™่‰, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.
Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh.

Proses pembuatan
Proses pembuatan diawali dengan perendaman, yang biasanya dilakukan setelah daun diremas-remas atau dihancurkan. Ada juga yang menyertakan perebusan terlebih dahulu. Pemberian soda kue dapat dilakukan sebagai pengawet. Warna cincau bermacam-macam, berkisar dari hijau hingga hijau pekat, bahkan hitam, namun disertai dengan kesan tembus pandang (transparan). Konsistensinya juga berbeda-beda. Warna dan konsistensi cincau berbeda-beda karena tumbuhan yang dipakai berbeda-beda.

Cincau hijau

Tumbuhan penghasil cincau
Tumbuhan penghasil cincau bermacam-macam.
  • Tumbuhan dari genus Mesona, terutama M. procumbens, M. chinensis yang banyak diproduksi di Tiongkok bagian selatan serta Indocina, atau M. palustris (dikenal dengan nama lokal Janggelan) yang banyak digunakan di Indonesia, menghasilkan cincau hitam
  • Cylea barbata Myers atau cincau hijau, menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya
  • Melasthoma polyanthum atau cincau perdu.
Buah (secara botani bukan buah, tetapi syconia) Ficus pumila (fikus rambat) di Tiongkok juga digunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang disebut "pai-liang-fen" dan diperdagangkan sebagai grass jelly (sama seperti cincau) atau ai-yu jelly.
Cincau hijau
Tumbuhan cincau hijau (C. barbata Myers.) merambat, daun berwarna hijau pucat dengan rambut di atas permukaannya. Selain sebagai penghasil cincau, ekstrak tumbuhan ini mengandung zat anti-protozoa, tetrandine, suatu alkaloid, khususnya terhadap penyebab malaria Plasmodium falciparum.

Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia

Senin, 09 Juli 2012

Asal Usul Sejarah Ponorogo


Reog Ponorogo, Ketika mendengar nama itu setiap orang pasti akan mengaitkannya dengan kesenian adiluhung yang tersohor ke penjuru negeri. Banyak dari kita yang sudah mendengar dan mengetahui tentang sejarah asal mula Reog Ponorogo, namun sudah tahukah kita sejarah asal usul kota tempat lahirnya Reog ini? Sudah saatnya kita mengenal dan mengenalkan kepada orang lain (siswa) tentang sejarah kota Ponorogo ini. Dengan mengenal lebih dalam tentang Ponorogo, diharapkan bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap Ponorogo. Selain itu dengan belajar tentang sejarah Ponorogo bisa menghargai dan mentauladani perjuangan-perjuangan pendiri Ponorogo.



Pada tahun 1478 Masehi Kerajaan Majapahit jatuh dan kemasyhurannya telah hilang kemudian muncullah kerajaan baru yaitu Kerajaan Demak dibawah pimpinan Raden Patah. Raden Bathara Katong yang merupakan putra dari raja Majapahit Brawijaya V ikut bergabung dengan kakaknya Raden Patah di Kerajaan Demak. Raden Bathara Katong dididik kakaknya dengan ajaran-ajaran Islam.

Setelah dewasa Raden Bathara Katong diberi tugas oleh Raden Patah untuk pergi ke Wengker untuk menyelidiki daerah tersebut bersama Senapati Sela Aji.  Wengker adalah wilayah yang berada di sebelah timur Gunung Lawu. Batas sebelah selatan adalah laut selatan, batas timur adalah Gunung Wilis dan batas sebelah utara adalah wilayah Majapahit. Raden Bathara Katong dan Senapati Sela Aji tiba di wilayah Wengker ketika hari mulai gelap. Mereka mulai kebingungan untuk menjalankan tugas karena belum mengenal seluk beluk Wengker, ditambah lagi hari yang mulai menginjak malam. Untunglah dari kejauhan terlihat nyala api yang menyala. Mereka segera menuju ketempat asal api menyala. Setelah dekat dari pusat api terlihat sebuah rumah sederhana yang di sampingnya terdapat bangunan surau kecil.

Kedatangan Raden Bathara Katong dan Senapati Sela Aji disambut gembira dan senang hati oleh pemilik rumah dan surau kecil itu, yaitu seorang lelaki tua. Lelaki tua tersebut mengenalkan dirinya dengan nama Kiai Ageng Mirah. Raden Bathara Katong dan Senapati Sela Aji mengaku terus terang jika mereka adalah utusan dari Kerajaan Demak untuk menyelidiki daerah Wengker.
Kiai Ageng Mirah merasa senang hati menerima tamu agung dari Kerajaan Demak. Keduanya kemudian diajak sholat magrib berjamaah. Setelah usai sholat Kiai Ageng Mirah mulai menceritakan seluk beluk dan garis besar daerah Wengker. Setelah hari larut malam, Kiai Ageng Mirah menyuruh mereka menginap dirumahnya.

Keesokan harinya Kia Ageng Mirah menyertai Raden Bathara Katong dan Senapati Sela Aji melihat – lihat keadaan. Setelah dirasa cukup Raden Bathara Katong dan Sela  Aji kembali ke Demak dengan mengajak Ki Ageng Mirah untuk melaporkan hasil penyelidikkannya. Setelah mendengar laporan dari Bathara Katong, Raden Patah memutuskan mengangkat Raden Bathara Katong sebagai penguasa Wengker, dan mengangkat Senapati Sela Aji sebagai patih. Sedangkan Ki Ageng Mirah diangkat menjadi penasehat. Raden Bathara Katong bersama patih Sela Aji dan Ki Ageng Mirah kembali ke Wengker. Mereka disertai 40 prajurit Demak untuk membuka hutan di Wengker. Sesampainya di Wengker mereka sibuk mencari tempat yang cocok untuk mendirikan kadipaten. Sampai akhirnya mereka sampai di hutan glagah yang berbau wangi. Raden Bathara Katong member nama hutan itu Glagah Wangi. Di hutan inilah rombongan mulai membuka hutan.

Pekerjaan membuka hutan pun selesai, kemudian dilanjutkan membangun tempat tinggal. Namun dalam pembuatan tempat tinggal ini mendapatkan halangan. Ketika rumah telah usai didirikan keesokan harinya rumah-rumah tersebut roboh lagi. Ki Ageng Mirah tahu kalau ada makhluk yang mengganggu. Ki Ageng Mirah kemudian mengajak Raden Bathara Katong untuk bertapa. Pada tengah malam muncul hal gaib yaitu keluar angin besar dan tiba-tiba muncul dua sosok makhluk tinggi besar. Mereka mengaku penunggu hutan yang dibuka Raden Bathara Katong, mereka bernama Jayadrana dan Jayadipa. Kemudian Raden Bathara Katong meminta ijin kepada mereka untuk mendirikan sebuah kadipaten ditempat tersebut. Setelah mendapatkan izin dari Jayadrana dan Jayadipa pembangunan dapat diselesaikan dengan lancar.  Jayadipa pula yang kemudian menunjukkan tempat yang cocok untuk pusat kota. Tempat itu berada di tengah-tengah hutan yang sudah dibuka tersebut. Ditempat ini pula Raden Bathara Katong menemukan tiga pusaka. Pusaka yang pertama berbentuk paying yang bernama Payung Tunggul Wulung, pusaka kedua berupa tombak yang  bernama tombak Tunggul Naga. Dan pusaka yang ketiga berupa sabuk yang bernama Sabuk Chinde Puspita.


Pada saat Raden Bathara Katong mengambil ketiga pusaka tersebut terjadi tiga kali ledakan besar dan membuat tanah berhamburan. Tanah – tanah yang berhamburan tersebut kemudian membentuk lima bukit. Bukit-bukit tersebut ada yang dinamakan Gunung Lima dan Gunung Sepikul. Sedangkan lobang bekas ledakan menjadi sebuah goa yang diberi nama Goa Sigala Gala. Ternyata ketiga pusaka terrsebut adalah milik ayah Raden Bathara Katong, Prabu Brawijaya V. Saat itu Majapahit di bawah pimpinan Raja Brawijaya V diserang oleh Raja Girindrawardana. Kemudian Raja Brawijaya mengungsi ke Wengker bersama Jayadrana dan Jayadipa.

Raden Bathara Katong semakin mantap membangun Wengker setelah mendapatkan pusaka warisan orang tuanya. Pembangunan Wengker mulai berkembang dengan baik. Hutan sudah berhassil dibuka. Rumah sudah didirikan, banyak pendatang yang ikut bergabung didalamnya. Akhirnya terbentuklah sebuah kadipaten baru. Namun sayang kota tersebut belum mempunyai nama. Untuk member nama kota tersebut, Raden Bathara Katong mengadakan musyawarah. Dari musyawarah tersebut disepakati sebuah nama baru untuk kota tersebut, nama itu adalah Pramono Rogo. Pramono berarti bersatunya cahaya matahari dan bulan yang menyinari kehidupan di bumi, dan rogo berarti badan.  Nama Pramono rogo ini lama kelamaan berubah menjadi Ponorogo. Pono berarti tahu akan segala sesuatu, dan rogo berari badan manusia. Jadi Ponorogo berarti manusia yang tahu akan kedudukannya sebagai manusia.

Sumber : buku Cerita Rakyat dari Ponorogo karangan Edy Santosa